Perbandingan Perbedaan Garam Himalaya dan Garam Bambu
![]() |
Fahami Perbedaan Garam HIMALAYA dan Garam BAMBU (Bamboo SALT) |
Perbedaan antara Garam Himalaya dan Garam Bambu sangat signifikan, baik dari segi proses produksi, komposisi mineral, manfaat, maupun harga. Berikut adalah penjelasan mendetail mengenai perbedaan mendasar antara kedua jenis garam ini:
1. Asal dan Sumber
Garam Himalaya: Garam ini berasal dari tambang garam yang terletak di wilayah kaki pegunungan Himalaya, terutama di Pakistan. Garam ini terbentuk dari endapan laut purba yang mengalami proses kristalisasi selama jutaan tahun.
Garam Bambu (Bamboo Salt): Garam Bambu berasal dari garam laut yang dimasukkan ke dalam batang bambu dan dipanggang beberapa kali (biasanya 3 hingga 9 kali) dengan suhu sangat tinggi. Proses ini dilakukan di Korea menggunakan bambu dan tanah liat khusus.
![]() |
Garam bambu usai pemanggangan |
2. Proses Produksi
Garam Himalaya: Garam Himalaya adalah garam alami yang ditambang, diproses secara minimal, dan kemudian dijual dalam bentuk kristal atau bubuk. Warna merah muda khasnya berasal dari kandungan mineral seperti zat besi.
Garam Bambu: Garam Bambu melalui proses pemanggangan yang kompleks. Prosesnya melibatkan pemanggang hingga 9 kali dalam suhu tinggi (1.000–1.500°C). Pemanggangan ini mengubah struktur kimiawi garam, membuatnya lebih basa (alkali) dan kaya akan mineral.
3. Kandungan Mineral
Garam Himalaya: Mengandung sekitar 84 mineral alami, termasuk magnesium, kalsium, dan potasium, dengan zat besi memberikan warna merah muda.
Garam Bambu: Mengandung sekitar 70 mineral esensial yang lebih tinggi setelah proses pemanggangan, seperti kalium, kalsium, magnesium, dan zat alkali lainnya. Selain itu, proses pemanggangan membuat garam ini bebas dari racun dan meningkatkan kandungan antioksidan.
4. Rasa dan Sifat
Garam Himalaya: Rasanya lebih ringan dan halus dibandingkan garam meja biasa, dengan sedikit rasa mineral.
Garam Bambu: Memiliki rasa yang lebih intens dan unik, sering dianggap lebih pahit atau gurih karena pengaruh pemanggangan.
5. Manfaat Kesehatan
Garam Himalaya: Garam Himalaya dikenal karena manfaatnya dalam menyeimbangkan elektrolit, mendukung hidrasi, meningkatkan fungsi tubuh secara keseluruhan, dan meringankan masalah pernapasan (seperti dalam terapi inhalasi garam).
Garam Bambu: Garam Bambu dianggap lebih bermanfaat karena bersifat alkali dan detoksifikasi. Sering dikaitkan dengan peningkatan kesehatan pencernaan, pengurangan peradangan, dan dukungan terhadap keseimbangan pH tubuh yang lebih baik.
6. Harga
Garam Himalaya: Relatif lebih terjangkau karena proses produksinya yang lebih sederhana dan sumbernya lebih melimpah.
Garam Bambu: Harganya jauh lebih mahal karena proses pemanggangan yang rumit, menggunakan bambu dan tanah liat yang spesifik, serta membutuhkan waktu dan energi yang besar. Selain itu, Garam Bambu dianggap sebagai produk premium karena klaim manfaat kesehatannya yang lebih luas dan kompleks.
TABEL PERBANDINGAN PERBEDAAN GARAM HIMALAYA dan GARAM BAMBU
![]() |
Garam Bambu sudah di produksi juga di Indonesia |
Post a Comment